X

Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan, Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Benahi Wisata Lembah Hijau di Desa Mattampapole

MAROS, Sabtu 16 Mei 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar aksi kerja bakti dan pembenahan fasilitas di objek wisata Lembah Hijau, Desa Mattampapole, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja strategis mahasiswa untuk membangkitkan kembali potensi wisata lokal yang sempat redup akibat kurangnya perhatian dan minimnya perawatan fasilitas wisata.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini melibatkan kolaborasi antara mahasiswa KKN, perangkat desa, serta tokoh pemuda setempat. Fokus utama aksi ini meliputi pembersihan area wisata, perbaikan akses jalan setapak, pengecatan ulang sarana umum, hingga penataan ulang titik swafoto guna meningkatkan estetika dan kenyamanan bagi para pengunjung.

Koordinator kegiatan KKN, Syahril, menyampaikan bahwa pembenahan wisata ini bukan hanya kegiatan sosial biasa, tetapi juga bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal.

“Lembah Hijau memiliki potensi alam yang luar biasa dengan udara yang sejuk dan pemandangan yang asri. Kehadiran kami di sini bertujuan untuk memberikan stimulus bagi masyarakat agar kembali peduli dan mandiri dalam mengelola aset desa ini,” ujar Syahril di lokasi kegiatan.

Ia juga menambahkan bahwa terdapat beberapa alasan penting mengapa revitalisasi kawasan wisata perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, ada lima poin utama yang menjadi dasar kegiatan tersebut, yaitu:

Meningkatkan daya tarik wisata lokal agar mampu bersaing dengan destinasi wisata lain di Kabupaten Maros.
Mendorong kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari budaya wisata berkelanjutan.
Membuka peluang ekonomi kreatif masyarakat desa, terutama bagi pelaku UMKM dan pedagang lokal.
Membangun citra positif Desa Mattampapole sebagai desa wisata yang nyaman dan ramah pengunjung.
Menumbuhkan semangat gotong royong dan kolaborasi pemuda desa dalam menjaga serta mengembangkan potensi wisata daerah.

Selain melakukan pembersihan fisik, para mahasiswa juga melakukan penataan ulang papan informasi dan penunjuk arah di titik-titik strategis. Langkah tersebut diharapkan dapat memudahkan wisatawan yang berkunjung sekaligus memberikan kesan lebih tertata dan profesional dalam pengelolaan destinasi wisata desa.

Sementara itu, mahasiswa KKN lainnya, Taufiq, menilai bahwa pengembangan wisata berbasis masyarakat menjadi langkah penting dalam menciptakan pariwisata yang mandiri dan berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi pemantik semangat bagi masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan Wisata Lembah Hijau. Jika dikelola dengan baik, tempat ini dapat menjadi salah satu sumber peningkatan ekonomi masyarakat desa,” ungkap Taufiq.

Kepala Desa Mattampapole turut menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif para mahasiswa. Menurutnya, sentuhan kreativitas mahasiswa sangat dibutuhkan untuk memberikan wajah baru bagi sektor pariwisata di Kecamatan Mallawa, khususnya di Desa Mattampapole.

“Kerja bakti ini bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi juga bentuk edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kebersihan tempat wisata sebagai sumber ekonomi kreatif desa ke depan,” ujarnya.

Melalui aksi pembenahan ini, diharapkan Wisata Lembah Hijau dapat kembali menarik minat wisatawan lokal maupun dari luar daerah Maros, sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Mattampapole.

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *