Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar persoalan lingkungan yang berujung pada kerusakan ekosistem. Asap yang dihasilkan membawa ancaman kesehatan bagi masyarakat yang terpapar, termasuk mahasiswa yang menjalankan aktivitas akademik di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk. Persoalan ini perlu mendapat perhatian serius karena udara bersih bukan sekadar kebutuhan pendukung kehidupan, melainkan salah satu unsur penting dalam menjaga kesehatan manusia.
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar perlu menaruh perhatian terhadap persoalan ini, terutama ketika dampak asap karhutla menjangkau wilayah Makassar dan sekitarnya. Aktivitas menuju kampus, mengikuti perkuliahan, berkendara, hingga berkegiatan di luar ruangan dapat membuka peluang paparan terhadap pencemaran udara. Tingkat paparan setiap orang tentu berbeda, bergantung pada lokasi, durasi aktivitas, dan kondisi kualitas udara yang sebenarnya.
Asap karhutla dapat mengandung partikel halus PM2.5 yang mampu menembus jauh ke dalam paru-paru. Paparan pencemaran udara berpotensi memicu batuk, iritasi mata, gangguan tenggorokan, serta memperburuk kondisi kesehatan orang yang memiliki penyakit pernapasan. Risiko tersebut tidak selalu terlihat secara langsung. Ketiadaan gejala bukan jaminan bahwa udara yang dihirup sepenuhnya aman.
“Kondisi saat ini, asap karhutla mengancam pernapasan, sedangkan tuntutan akademik tetap berjalan. Di antara keduanya, kesehatan mahasiswa tidak boleh diabaikan begitu saja. Jangan tunggu adanya korban.”
Kesehatan mahasiswa tidak seharusnya dipandang sebagai urusan pribadi semata. Kondisi fisik yang terganggu dapat memengaruhi kenyamanan, konsentrasi, dan kemampuan mengikuti proses pembelajaran. Mahasiswa datang ke kampus untuk menuntut ilmu dan mengembangkan kapasitas diri. Aktivitas akademik tersebut membutuhkan lingkungan yang mendukung kesehatan, bukan justru mengabaikan risiko yang dapat mengancamnya.
Kampus seharusnya menjadi ruang untuk bertumbuh, belajar, dan membangun masa depan. Kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan materi perkuliahan dan pencapaian akademik, tetapi juga dengan perhatian terhadap kesehatan orang-orang yang menjalani proses pendidikan tersebut.
Mahasiswa datang ke kampus untuk menuntut ilmu, bukan untuk mempertaruhkan kesehatan. Kepedulian terhadap masa depan pendidikan harus dimulai dari kepedulian terhadapa keselamatan mahasiswa hari ini.